Emotional Branding : Bagaimana Cara Terhubung Dengan Pelanggan Anda

Halo sahabat audia.my.id – Dalam lingkungan yang semakin kompetitif, Emotional Branding dapat membuat perbedaan antara keberhasilan atau kegagalan suatu merek. Berkat neuromarketing, kami tahu bahwa sebagian besar keputusan pembelian dibuat berdasarkan emosi, meskipun pelanggan tidak sepenuhnya menyadarinya. Oleh karena itu, merek yang mampu membangkitkan emosi yang terdapat pada konsumen akan memiliki keunggulan dibandingkan pesaingnya.

Apa Itu Emotional Branding ?

Emosional branding atau pemasaran emosional adalah proses membentuk hubungan antara konsumen dan merek dengan menarik emosi. Untuk melakukan ini, anda harus membuat konten yang terhubung dengan suasana hati, ego, kebutuhan, dan aspirasi konsumen.

Konsep pemasaran ini dipopulerkan oleh Marc Gobé, yang menulis buku berjudul Emotional Branding: The New Paradigm for Connecting Brands to People.

Emosional branding berhubungan dengan keinginan dan impuls sadar dan bawah sadar masyarakat melalui iklan atau kampanye iklan tertentu. Iklan ini mulai membangun hubungan dengan pemirsa dan menjalin hubungan antara mereka dan merek yang bersangkutan.

6 Tipe Emosional branding

Cara lain yang menarik untuk berpikir tentang Emosional branding adalah model inti merek dari agen pemasaran. Model ini, berdasarkan penelitian kuantitatif, mendefinisikan beberapa komponen kunci yang berkontribusi pada hubungan merek yang inti anta lain.

  • Kepuasan: melebihi harapan, memberikan layanan dan kualitas yang unggul, dan efisien.
  • Identitas: mencerminkan citra aspirasional atau nilai dan keyakinan yang beresonansi dengan konsumen.
  • Peningkatan: menjadi lebih baik, lebih pintar, lebih mampu, dan lebih terhubung melalui penggunaan merek,
  • Ritual: mengintegrasikan merek ke dalam aktivitas sehari-hari. Merek menjadi bagian mendasar dari kehidupan sehari-hari.
  • Nostalgia: fokus pada kenangan masa lalu dan nostalgia yang terkait dengannya.
  • Indulgence: menciptakan hubungan dekat berdasarkan momen kenikmatan dan kepuasan, baik sesekali atau sering.

Keuntungan Menggunakan Emosional branding

  • Peningkatan loyalitas: ketika audiens Anda terlibat secara emosional dengan merek Anda, Anda menciptakan hubungan dengan mereka, yang berarti peningkatan nilai seumur hidup pelanggan. Ini akan mengurangi biaya akuisisi dan meningkatkan keuntungan.
  • Diferensiasi dari kompetisi dan citra merek yang lebih baik: merek yang menerapkan komponen emosional dalam strategi pemasaran mereka lebih mungkin untuk dianggap lebih baik daripada pesaing mereka, karena konsumen mengidentifikasi pesan mereka.
  • ROI yang lebih baik: menggunakan pesan emosional berdampak pada audiens, yang pada gilirannya membuat mereka lebih cenderung menanggapi ajakan Anda untuk bertindak dan meningkatkan perolehan prospek, konversi, dan, akibatnya, ROI.

5 Cara Mengembangkan Emosional branding Ke Pelanggan Anda

1. Identifikasi Pemicu Emosional Audiens Anda

Membentuk hubungan antara pelanngan dan merek yang emosional bisa sangat rumit, terutama bila Anda menargetkan basis orang yang beragam. Saat membuat strategi Anda, mulailah dengan mengidentifikasi apa yang paling disukai audiens target Anda dan kemudian memasukkannya ke dalam setiap titik di saluran penjualan.

Identifikasi apa yang paling penting bagi persona pembeli Anda: apakah mereka ingin merasa suka berpetualang, sukses dalam hidup, merasa aman? Apa kekhawatiran, poin rasa sakit, dan nilai mereka?

Ingatlah bahwa pemasaran emosional bukan hanya masalah komunikasi. Jika Anda ingin itu benar-benar berhasil, Anda harus memastikan bahwa solusi yang Anda tawarkan memberikan nilai nyata bagi pelanggan Anda dan dapat mengatasi masalah mereka.

2. Ceritakan Kisah Otentik

Storytelling dan emosional branding sering berjalan beriringan, karena cerita berhubungan dengan emosi orang. Kami mengidentifikasi dengan protagonis, kami berempati dengan perjuangan mereka, dll. Tapi bagaimana Anda bisa membuat cerita yang benar-benar beresonansi dengan audiens Anda?

  • Bagikan kerentanan Anda. Hal-hal yang terlalu sempurna itu dingin dan tidak menarik. Di sisi lain, jika Anda memiliki cerita yang berkaitan dengan mengatasi kesulitan, jangan ragu untuk membagikannya secara terbuka. Kisah merek Anda dan orang-orang yang menjadi bagiannya adalah perjalanan pahlawan yang akan membantu Anda terhubung dengan audiens Anda.
  • Cari cerita yang dapat dihubungkan dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan akan koneksi, merasa menjadi bagian dari kelompok yang lebih besar. Berempati dengan cerita orang lain membantu kita memenuhi kebutuhan itu. Karena itu, selalu cari protagonis yang memiliki karakteristik penting yang sama dengan audiens Anda.
  • Bagikan kesaksian yang nyata dan dapat diverifikasi. Testimonial melangkah lebih jauh karena sekarang pengguna nyata berpartisipasi dalam cerita Anda dengan membagikan pengalaman mereka dengan merek Anda. Ini menunjukkan kepada audiens Anda bagaimana merek Anda dapat membantu mereka dan membangun kepercayaan.

3. Sesuaikan

Perusahaan dengan pesan standar tidak menghasilkan banyak kegembiraan. Untuk menciptakan hubungan emosional antara calon pelanggan dan merek, penting untuk membuat orang melihat bahwa kita mengenali individualitas mereka. Ini dicapai melalui personalisasi.

Langkah pertama adalah mempersonalisasi komunikasi dengan setiap pelanggan Anda saat ini dan calon pelanggan, mengintegrasikan apa yang Anda ketahui tentang mereka (pembelian sebelumnya, produk favorit, ulang tahun dan, tentu saja, nama, jenis kelamin, dan data demografis lainnya).

Langkah selanjutnya, yang benar-benar dapat membedakan Anda dari pesaing Anda, adalah mempersonalisasi produk Anda sendiri. Misalnya, platform pemasaran Shopify, Growave, menyesuaikan solusinya untuk setiap pelanggannya. Merek B2B juga dapat menggunakan Emosional branding.

4. Keluarkan Sisi Manusia Anda

Orang suka berhubungan dengan orang lain, jadi jika Anda ingin menghasilkan respons emosional, beranilah untuk mengeluarkan sisi manusiawi dari bisnis Anda. Berikut adalah beberapa ide untuk melakukan hal itu.

  • Buat konten yang menceritakan kisah otentik tentang merek Anda, orang-orang yang bekerja di sana, dan bagaimana Anda mencoba menemukan solusi untuk tantangan sehari-hari pelanggan Anda.
  • Berhati-hatilah dengan layanan pelanggan. Meskipun penting untuk memberikan tanggapan terhadap masalah dan konsisten dengan nada merek, tidak kalah pentingnya untuk memungkinkan agen Anda menunjukkan kepribadian mereka dan terhubung secara empati dengan pelanggan.
  • Tunjukkan minat pada pelanggan Anda. Tanyakan kepada mereka tentang kebutuhan mereka dan dengarkan mereka dengan seksama. Ini tidak hanya akan membantu Anda terhubung dengan mereka secara emosional, tetapi juga akan meningkatkan produk dan layanan Anda.
  • Tunjukkan pada mereka bahwa Anda memahami masalah mereka dan bahwa Anda berinvestasi dalam memecahkannya. Merasa bahwa seseorang memahami kita meningkatkan empati dan membangun ikatan.

5. Memelihara Hubungan Pelanggan Jangka Panjang

Hubungan yang baik didasarkan pada kepedulian dan tumbuh dari waktu ke waktu. Hubungan emosional antara pelanggan dan merek tidak terkecuali dalam hal ini.

Emosional branding tidak berakhir dengan keputusan pembelian. Untuk menumbuhkan loyalitas dan memaksimalkan nilai seumur hidup pelanggan, pastikan untuk memberikan perhatian khusus pada layanan pelanggan. Terus berkomunikasi secara teratur dengan pelanggan Anda dan antisipasi kebutuhan mereka untuk menunjukkan bahwa Anda peduli.

   

Rekomendasi Hosting WordPress

NiagahosterBeli Hosting
ExabytesBeli Hosting
Halo perkenalkan saya Fatah, saya sangat senang dengan dunia Digital Marketing saya harap blog saya dapat membantu anda untuk upgrade diri.

Leave a Comment

error: Content is protected !!